Hi
mom, gimana keadaan disana ? pasti sehat bukan ?
Abang
sangat merindukan suasana disana (rumah),
abang berharap bisa kumpul dan
tinggal dirumah yang sama lagi (abang itu
gue yah pemirsa haha alias nama panggilan dirumah). sudah jalan 4 tahun abang tidak tinggal bersama dengan mu mom, dad, kakak dan adik ku. Abang tau, ini memanglah keinginan
abang untuk tidak tinggal bersama kalian (anak
kost). Tapi abang harus mewujudkan cita-cita
abang dan menggapai semua impian
yang sedang abang rencanakan. Tujuan abang hanya satu, yaitu membahagiakan
kalian semua (keluargaku) dan membahagiakan pendamping hidupku kelak nantinnya.
Abang juga tau, bahwa pada saat abang memutuskan untuk kost dan jauh dari mu mom, kau
meneteskan air mata mu itu. Abang
sengaja untuk tidak mengetahui bahwa kau meneteskan air mata tersebut. Sebab jika
abang mengetahuinya, maka kau akan semakin sedih
bukan? Abang adalah anak mu “anak
lelakimu” . jangan pernah menangis di hadapan abang lagi mom, karena abang
enggak bisa melihat seorang wanita menangis dihadapanku. Apa lagi kau adalah ibu ku, seorang wanita yang telah mengandung ku selama 9 bulan penuh, seorang
wanita yang melahirkan ku dan merawatku hingga kini tumbuh menjadi dewasa. Kau
adalah wanita yang penuh dengan ikhlas menyayangiku tanpa pamrih. Kau juga
wanita yang terhebat disaat aku pernah membentak dan memarahimu, tapi kau cuman
diam dan tidak mengeluh sedikitpun sungguh kau memanglah wanita yang sabar mom.
Kini umur mu sudah memasuki kepala 4 bahkan lebih sedikit (46 thn) .
“Selamat ulang tahun mom, semoga dengan
bertambahnya umur, mama selalu sehat, diberikan umur yang panjang, selalu di
jalan yang benar (Allah), selalu bersyukur atas nikmat yang diberikanNYA,
selalu menjadi mama yang kami butuhkan bukan kami inginkan, selalu menjadi mama
yang terbaik dari yang terbaik, selalu menjadi mama yang penuh dengan kasih
sayang (kasih sayang terhadap papa kakak abang dan adik), selalu menjadi mama
yang penuh isnpirasi diluar sana”.
Maaf
ma, di hari ulang tahun mu kali ini abang tidak bisa memberikan hadiah yang mewah dan berbentuk fisik, yang bisa abang berikan hanyalah doa yang tak pernah lepas.
Mungkin nanti jika abang sudah kerja
dan sukses, abang pasti membahagiakan
mama. I’m promise mom, i lovo you more
mom. Terimah kasih untuk selama ini mom, Dari anak lelakimu yang paling tua.
No comments:
Post a Comment