Tidak pernah ada yang
tau bahwa aku selalu memikirkanya, aku terlalu tersenyum pada saat dimana aku
lagi mengalami keterpurukan kegagalan dalam menjalani setiap masalah ini. Aku
sadar aku bukan orang yang kaya yang selalu di kejar bayak wanita masa kini. Kutulis
tinta berwarna hitam pekat di kertas kosong yang masih suci dan belum ternodai
sekalipun, ku luangkan waktu ku dan ku gerakan jari ku yang begitu kaku saat
memegang sebuah pena bermerek kenko itu. Segala sesuatu yang aku alami saat itu
aku merasa pasrah dengan ujian yang di berikan oleh Tuhan. Ku goyang kan terus
menerus jariku pada saat itu, sehingga pena yg ku genggang ibarat seperti yang
ada di kata kiasan dalam bahasa indonesia “pena
ku menari nari di atas kertas putih yang suci itu”. Ku pejamkan mata ku
untuk sesaat dan memikirkan hal yang begitu sulit untuk aku terima pada saat
itu. Mungkin ini memang sudah takdir dari yang maha kuasa. Terbentuk lah sebuah
surat yang tanpa aku sadari sudah
sebanyak 4 halaman penuh. Ku rangkai kata demi kata itu hanya untuk kau yang
sudah berhasil mengambil hatiku pada saat itu. Lalu aku terdiam lama memandang
surat yang aku buat itu, kenapa dengan ku? Aku merasa bodoh? Tak seharusnya aku
begini, keheningan suasana rumah yang diiringi suara jangkrik membuatku menjadi
merasa gelisah. Diam senyap tanpa suara dan kata. Seharusnya aku bersikap
dewasa pada saat itu, untuk apa aku mengungkapkan isi hati ku di dalam surat
itu untuk seorang gadis yang bentar lagi akan di ikat oleh kekasihnya. Kau tau
nona, kau telah berhasil menarik perhatianku. Kau wanita yang hebat nona, kau
tidak begitu cantik dan kau juga tak begitu pintar dalam pelajaran. Tapi aku
akui kau begitu hebat telah mengalihkan perhatianku selama ini, sehingga aku
selalu memikirkan mu. Aku selalu berharap lebih kepadamu. Tapi tenang aja nona,
surat yang aku torehkan di kertas
pada malam itu sudah menjadi sekumpulan abu yang sangat halus di depan rumahku
setelah aku berfikir dan mengambil keputusan yang menurut ku begitu rumit.
Mungkin cinta ku bertepuk sebelah tangan.
Itu adalah 4 hari dimana kau akan di ikat dengan kekasih mu. Aku sudah
ikhlas dengan jalan ini, ku jalani hari demi hari tanpa memikirkan mu nona. Awal nya emang terasa berat untuk
ku, tapi seiring berjalanya waktu aku merasa hari hari ku yang sempat hilang
sudah kembali bersama ku, aku berhasil membuat diriku dan mengendalikan diriku
seperti dulu. Terimakasih kepadamu nona karna kau lah aku mengetahui apa arti
kehidupan ini. Aku senang kau senang nona, aku juga senang melihat mu bahagia
tanpa memiliki. Terimakasih juga buat temen dan sahabatku yang selama ini men-support apapun yang akan aku lakukan.
Tanpa kalian aku enggak akan bisa menjalani kehidupan yang hampir punah ini.
No comments:
Post a Comment