Indraku terkicuh akan parfum mu
Ku sisakan untuk tidak menggugatnya
Sepiku yang terasa begitu hambar
Ibarat warna binner yang tidak menarik perhatianku
Indraku selalu terpaku akan aura mu
Membayangkan dan tak selalu merasakan
Mentari yang terang pun tak bisa mendukungku
Hingga akhirnya sang Lelaplah yang Mampu.
Indraku tak kunjung berhenti
Angin yang sejuk itu membuatku merasakan,
Merasakan aromah yang begitu menarik
Hingga melayang tak tau arah.
Indraku Semakin merasakan,
Getaran yang tak biasanya bekerja
Membuatku berhenti sejenak tuk berpikir
Indraku goyah, tak kokoh dan akan selalu seperti itu,
Ada apa dengan Indraku ?
Meninggalkan ku sejenak untuk mengerti akan yang lain,
Sampai kegelisahanlah yang membangunkan Indraku.
By : Rizha
No comments:
Post a Comment